Author Archive

0

history online casino in milytary indonesia

Indonesia is one of the world’s more unusual nations. It stretches between two continents (Asia and Oceania), and rather than being one landmass, it is comprised of a chain of over 17,500 islands, divided into 34 different provinces. It enjoys healthy economic ties with the rest of Asia and a number of

0

Mayor Johanes Abraham Dimara 1916-2000 (II)

Menjadi Polisi Ketika pasukan Jepang mendarat di Indonesia Timur, Dimara muda berada di Pulau Buru sebagai guru Injil. Perkenalannya dengan bala tentara Dai Nipon berlangsung sekitar tahun 1941. Ketika Jepang masuk ke Pulau Buru, mereka menangkap pendeta Belanda dan keluarganya yang bertugas di sana. Akibatnya tidak ada lagi gaji bagi para guru

0

Sersan Usman (1943–1968) dan Kopral Harun (1947- 1968) (I)

Memasuki Dinas Militer Usman dan Harun adalah dua orang prajurit ALRI. Usman adalah nama samaran untuk melaksanakan tugas sebagai sukarelawan Dwikora. Harun juga nama samaran untuk tugas yang sama. Usman nama sebenarnya adalah Djanatin bin Haji Moh. Ali. Ia dilahirkan di Purbalingga, Banyumas (Jawa Tengah) pada tanggal 18 Maret 1943. Setelah tamat

0

Sersan Usman (1943–1968) dan Kopral Harun (1947- 1968) (II)

Setelah beberapa bulan ditahan, Usman dan Harun pada tanggal 4 Oktober 1965 diajukan ke Pengadilan Tinggi Singapura. Tuduhan terhadap mereka melanggar Internal Security Act (Undang-undang keamanan dalam negeri). Mereka dituntut berdasarkan Emergency Regulations 1964 (Criminal Trials). Pada tanggal 20 Oktober 1965 mereka dijatuhi hukuman mati. Kedua terdakwa dibela oleh ahli hukum T.T.

0

Perang Tondano (1)

Sistem Kepemimpinan Daerah Minahasa Masyarakat Minahasa dikenal sebagai orang Alifuru oleh orang Ternate dan Maluku, sebab mereka menganut kepercayaan animisme, dengan menyembah nenek moyangnya yang telah meninggal dunia. Akan tetapi mereka sendiri lebih suka disebut sebagai orang se-mina-asa, artinya mereka bersatu karena berasal dari satu keturunan “toar” dan limumuut. Yang terakhir ini

0

Perang Tondano (2)

Hubungan baik antara orang-orang Minahasa dan Spanyol mulai terjalin. Untuk memantapkan kegiatan dagangnya, Spanyol mendirikan benteng di Minahasa pada tahun 1617. Di dalam benteng ini ditempatkan 10 orang serdadu. Karena ancaman dari pihak Belanda yang berpangkalan di Ternate semakin membahayakan, benteng tersebut ditinggalkan. Pada tahun 1623 Spanyol kembali mendirikan benteng yang diperkuat

0

Perang Tondano (3)

  Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gubernur Cos melakukan ekspedisi menaklukkan orang-orang Tondano yang tidak menghendaki kedatangannya. Belanda menggunakan siasat dengan membendung Sungai Tonsea Lama dan Sungai Temberan yang mengakibatkan daerah Tondano tergenang oleh air. Dengan menggunakan empat buah perahu besar berkekuatan 65 orang serdadu, pasukan Belanda yang dipimpin oleh Letnan Dirok dan